Info :
Bonus Refferal 5% + 1% Setiap Mengajak Temannya Bermain Di Tempat Kami
  • bbmD3F62DE3

  • wa+855 92 233 058

  • wechatBuanabet

  • lineBuanabet

Sejarah sabung ayam dan asal-usulnya di Indonesia

Sejarah Dan Asal-Usul Tradisi Sabung Ayam

10/12/2016 | 10:53

SABUNG AYAM ONLINE – Adu ayam atau yang biasa kita kenal dengan sabung ayam sudah menjadi tradisi di tiap kota di Indonesia karena memang tradisi ini sudah dikenal sejak zaman dulu. Akan tetapi tradisi sabung ayam saat ini disalahgunakan untuk perjudian, dan hal ini tentu dilarang keras oleh pemerintah. Karena itu, jika pihak kepolisian mencium adanya praktek judi sabung ayam maka akan segera diciduk para pelaku sabung ayam tersebut.

Sejarah sabung ayam di Indonesia pada dasarnya berbeda-beda di setiap daerah atau kota di Indonesia.  Tradisi sabung ayam di Indonesia ternyata sudah terjadi berabad-abad yang lalu, sabung ayam ini harus lebih dicermati lagi antara perjudian dan ritual agama. Sabung ayam asalnya merupakan sebuah ritual dalam acara keagamaan, namun perkembangannya saat ini tradisi ini malah dijadikan bahan perjudian yang mempertaruhkan uang. Bagaimanakah awal dari sejarah sabung ayam di Indonesia?

1.Jawa

Sejarah sabung ayam di Jawa berasal dari cerita rakyat yang melegenda yaitu Cindelaras. Raja Jenggala yang saat itu sedang memimpin kerajaan memutuskan untuk mengadu ayam sakti Cindelaras dengan ayam miliknya dan jika Cindelaras kalah maka akan dihukum pancung, tetapi jika menang maka Cindelaras berhak atas setengah dari kekayaan dari Raja Jenggala. Tetapi kesombongan dari Raja Jenggala akhirnya harus ditanggung sendiri karena hanya dalam beberapa menit, ayam dari Raja Jenggala harus mengakui keunggulan dari ayam Cindelaras. Bukan hanya itu, Raja Jenggala juga harus mengakui kalau Cindelaras adalah putranya yang lahir dari permaisuri kerajaan yang telah diasingkan karena rasa iri dari selir kerajaan.

Selain cerita rakyat tersebut, sabung ayam di Jawa juga berperan penting dalam pembentukan politik, dimana kala itu Kerajaan Singosari sempat mengadakan sabung ayam dan dalam acara tersebut dilarang untuk membawa senjata dalam bentuk apapun termasuk keris. Anusapati yang berencana untuk mengikuti acara sabung ayam tersebut akhirnya pergi meskipun sempat dilarang oleh ibunya yaitu Ken Dedes yang juga menasehatinya untuk tidak melepaskan keris yang melekat di tubuhnya. Tetapi pada saat acara sabung ayam berlangsung, terjadi kekacauan yang tidak diinginkan dan akhirnya Anusapati harus terbunuh oleh Tohjaya yang merupakan adik kandung dari Anusapati sendiri.

 

2.Bugis

Dalam masyarakat Bugis ternyata sabung ayam sudah sangat lama terkenal dan masih melekat hingga kini, dan menurut Gilbert Hamonic, masyarakat bugis memang terkenal dengan mitologi ayamnya, dan ini ditunjukkan dengan pemberian gelar kepada Sultan Hasanudin yaitu Haanties van het oosten yang memiliki arti ”Ayam Jantan dari Timur”.

Bahkan Tokoh Sawerigading yang merupakan tokoh utama dalam epic mistik menyukai sabung ayam dan hal ini sudah diceritakan dalam kitab La Galigo. Dalam kitab ini juga dituliskan bahwa orang zaman dulu tidak bisa dikatakan pemberani jika tidak memiliki kebiasaan berjudi, minum arak dan sabung ayam, dan seseorang harus melakukan ketiga hal tersebut baru bisa dikatakan pemberani.

 

3.Bali

Sabung ayam di Bali juga dikenal dengan nama ”Tajen” yang merupakan salah satu upacara adat masyarakat Hindu. Upacara ini bertujuan untuk mengharmonisasikan hubungan manusia dengan Buddha yang agung dan dalam upacara ini beberapa hewan peliharaan akan dikurbankan seperti kerbau, babi, itik, ayam dan binatang lainnya. Cara pengorbanan dalam upacara ini yaitu bagian leher hewan tersebut akan disembelih setelah dibacakan mantra oleh pemuka agama. Sedangkan upacara dengan sabung ayam bertujuan untuk mengadakan pertarungan suci dan ternyata tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman purba. Hal ini didasari prasasti Batur pada tahun 944 saka.

 

Selain di Indonesia, ternyata di Thailand juga mempunyai asal usul terhadap sabung ayam, tetapi di Negeri Gajah Putih lebih terkenal dengan ayam bangkoknya yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia untuk dijadikan sabung ayam. Ayam Bangkok yang pertama kali dikenal oleh manusia sekitar tahun 1500 SM dan sejarahnya berasal dari Cina. Pada zaman 1500 SM, bangsa Cina kuno mencoba untuk mengawin silangkan ayam jago milik mereka dengan ayam dari berbagai belahan dunia seperti vietnam, india, thailand dan laos.

Sedangkan di Indonesia, ayam bangkok sering dikaitkan dengan sabung ayam atau adu ayam dan setelah masyarakat cina kuno sudah mengenal tentang sabung ayam, muncul ide untuk membudidayakan bibit ayam aduan yang berkualitas unggulan. Lucunya, ketika orang cina kuno kalah tanding dengan ayam bangkok thailand, mereka mulai mencari hingga ke pelosok cina dan hutan-hutan untuk mencari ayam yang bisa dikawin silangkan dengan ayam bangkok tersebut. Hal ini dilakukan untuk bisa menandingi ayam bangkok Thailand, dan semakin majunya zaman, berbagai jenis tipe ayam mulai ditemukan, dan salah satunya dari daerah Laos pada tahun 1965 yang dipercaya bisa menandingi ayam bangkok Thailand tersebut.

Dan untuk masalah ayam bangkok di Indonesia sendiri, pada zaman Mojopahit, orang Indonesia sudah mengenal yang namanya sabung ayam dan maka dari itu sudah banyak cerita-cerita rakyat yang melegenda seperti Ciung Wanara-Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat yang melegenda ini sudah menjadi turun-temurun dari nenek moyang kita. Benar atau tidaknya cerita sejarah tersebut, yang pasti napak tilas dari cerita itu masih bisa kita temukan di bumi nusantara ini.

Tetapi di negara Thailand, saat akan melakukan sabung ayam, dilarang keras untuk menggunakan taji yang diikat pada kaki ayam. Oleh sebab itu jarang ditemukan sabung ayam di Thailand yang mati jika terjadi bentrokan kedua ayam yang diadu, paling cuma terjadi sedikit luka pada ayam tersebut dan akan sembuh jika dirawat. Beda negara tentunya juga berbeda keinginan dan peraturan, di Indonesia, banyak para pesabung yang tidak mau jika tidak memakai taji. Jika memakai taji, biasanya para pesabung ayam di Indonesia akan meruncingkan taji tersebut dan menggunakan racun pada taji ayam bangkok tersebut dan biasanya banyak yang mati ditempat jika sabung ayam dimainkan di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan alasan sang pemilik ayam bangkok tersebut bisa menaikkan harga jual ayamnya hingga berkali-kali lipat jika ayamnya terus memenangi pertarungan, bukan karena kelincahan dan kehebatan dari ayam tersebut.

Itulah sejarah dan tradisi asal-usul sabung ayam yang mulai terjadi di beberapa negara di kawasan Asia, semoga bisa menambah informasi buat agan-agan dalam mencari berita seputar sabung ayam.

Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Googleplus
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • s128
  • cf88id
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
banklist