Info :
Bonus Refferal 5% + 1% Setiap Mengajak Temannya Bermain Di Tempat Kami
  • bbmD3F62DE3

  • wa+855 92 233 058

  • wechatBuanabet

  • lineBuanabet

ASAL MULA SABUNG AYAM: CIUNG WANARA

ASAL MULA SABUNG AYAM: CIUNG WANARA

admin BERITA
30/06/2018 | 20:06

AGEN SABUNG AYAM ONLINE – Ciung Wanara adalah cerita rakyat Kerajaan Sunda Galuh, yaitu asal mmula nama Sungai Pamali serta menggambarkan hubungan antar budaya orang Sunda dan Jawa yang berada di bagian barat Jawa Tengah.

Kisah ini berawal dari seorang raja, bernama Prabu Permana yang memutuskan untuk bertapa. Raja itu memerintah salah satu menterinya yaitu, Aria Kebonan untuk menggantikan posisinya selama ia pergi. Dengan syarat ia menjadi raja yang memerintah dengan benar, dan tidak memperlakukan kedua istri sang raja sebagai istrinya sendiri. Aria Kebonan pun diubah penampilannya oleh sang raja, walaupun terlihat mirip tetapi Aria Kebonan terlihat sepuluh tahun lebih muda dari Raja Prabu Permana. Aria Kebonan pun mengubah namana menjadi Prabu Barma Wijaya. Tidak ada satu orangpun yang tau bahwa raja sebenarnya pergi, selain Uwa Batara Lengser.

Setelah itu, ternyata Aria Kebonan menjadi arogan dan memperlakukan kedua ratu dengan kasar. Kedua ratu pun menghindarinya, kecuali didepan publik seolah-olah hubungan mereka harmonis.

Suatu hari, saat malam tiba kedua ratu bermimpi kejatuhan bulan diatas mereka. Mereka pun melaporkan mimpi mereka, yang berarti wanita yang akan hamil. Prabu Barma Wijaya pun kebingungan, karena tidak pernah berhubungan layaknya suami istri dengan kedua ratu tersebut. Seorang petapa bernama Ajar Sukaresi diundang, yang sebenarnya adalah Raja Prabu Permana Di Kusumah untuk menjelaskan mimpi aneh tersebut.

Ketika Ajar Sukaresi ditanya oleh raja, ia mengatakan bahwa kedua ratu menginginkan seorang anak dan kedua anaknya adalah laki-laki. Mengira Ajar Sukaresi berbohong, sang raja pun menusuk Ajar Sukaresi dengan keris namun tidak terjadi apa-apa.

Ajar Sukaresi pun berkata, “Jika raja ingin saya mati, maka saya akan mati”. Kemudian sang petapa terjatuh, dan mayatnya ditendang hingga terlempar ke hutan. Ajar Sukaresi berubah menjadi seekor naga besar, yang dijuluki Nagawiru.

Faktanya, kedua ratu memang hamil. Dan salah satu ratu akhirnya melahirkan putra bernama Hariang Banga. Sedangkan kehamilan dari ratu yang lain terancam, karena bayi dalam kandungan itu bisa berbicara dan mengancam sang raja.

Ketika bayi itu lahir, raja pun menukar bayi itu dengan seekor anak anjing. Bayi sesungguhnya diletakkan didalam keranjang dan dilempar ke Sungai Citanduy.
Sang ratu pun terkejut dan sedih, dan dia terancam dihukum mati karena dianggap melahirkan bayi kutukan dan aib bagi kerajaan. Tetapi Uwa Batar lengser tidak tega untuk mengeksekusinya, dan membawanya ke hutan. Dia pun membawa bukti baju dengan penuh noda darah, seakan dia telah mengeksekusi sang ratu.

AGEN SABUNG AYAM ONLINE | Lihat Juga: JENIS JAMU UNTUK AYAM SABUNG KESAYANGAN

Sang bayi pun ternyata diselamatkan oleh sepasang suami istri, dan dibesarkan layaknya anak sendiri. Dia pun diberi nama Ciung Nawara. Ciung Wanara pun membesarkan seekor anak ayam, dan tumbuh menjadi petarung yang kuat. Pada saat itu, Sabung Ayam adalah olahraga besar yang digemari seluruh negeri. Sang raja pun mendengar bahawa ada seorang pemuda yang memiliki ayam petarung yang tidak terkalahkan. Sang raja menjanjikan untuk mengabulkan keinginan apapun bagi siapa yang bisa mengalahkan ayam petarung miliknya.

Ciung Wanara pun meminta setengah dari kerajaan apabila ayam miliknya menang. Sang Raja setuju, dan ternyata ayam sang raja kehilangan ayam saat pertarungan. Sang raja memenuhi janjinya, dan Ciung Wanara mendapatkan setengah dari kerajaan.

Ciung Wanara menjadi raja dari setengah kerajaan, dan membangun penjara besi yang diperuntukkan bagi Sang Raja dan Ratu yang jahat. Putra mereka Hariang Banga mendengar kabar tersebut den menyusun strategi pemberontakan. Peperangan berlansung tanpa ada yang menang. Tiba-tiba munculah raja sebenarnya, Raja Prabu Permana Di Kusumah dengan ibu kandung Ciung Wanara, serta Uwa Batara lengser.

“Hentikan peperangan ini, pamali berperang melawan saudara sendiri. Kalian adalah anak kandungku, kalian berdua yang akan memerintah negeri ini!,” ujar raja. “Ciung Wanara di Galuh dan Hariang Banga di bagian timur sungai Brebes. Sungai ini akan mengingatkan kalian berdua bahwa adalah pamali untuk memerangi saudara sendiri.”


Post Category

Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Googleplus
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • s128
  • cf88id
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
banklist